Empathy (Empati)
Sympathy is empty without empathy, begitu kata Ippho. Lalu apa bedanya empati dan simpati?
Menurut sebuah sumber, simpati adalah ketertarikan seseorang kepada orang lain yang seolah-olah merasakan perasaan orang lain. Contoh : Membantu korban bencana alam. Sedangkan empati adalah rasa simpati yang sangat mendalam yang mampu memberikan pengaruh pada kejiwaan dan atau fisik seseorang. Contoh : rasa rindu yang terlalu dalam bisa menyebabkan seorang gadis menjadi panas dingin akibat tidak direstuinya hubungan cinta dengan kekasihnya.
Menurut sumber yang lain lagi, empati artinya kita melihat / mendengar dengan hati dan pikiran terbuka, berusaha seobjektif mungkin, tapi tidak terlibat secara emosi. Ini yang membedakan simpati dan empati.
Contohnya adalah kalau kita mendengarkan keluhan teman kita yang mengadukan dia telah disakiti kekasihnya sambil menangis… maka kalau kita empati, kita bisa mendengar melihat masalah secara lebih objektif… dan tetap rekan kita merasa dihargai, kita pun bisa lebih fokus pada penyelesaian masalah… mungkin saja ada yang harus diperbaiki oleh teman kita.
Sementara kalau simpati, bisa jadi teman kita tenang merasa dihargai, bahkan mungkin kita terlibat dalam tangisan dan memaki-maki kekasihnya tersebut. Akan tetapi, penyelesaian masalah sangat kecil pencapaiannya dan menjadi tidak efektif.
Terserah Anda mau pilih sumber yang mana?
Hospitality (Keramahan)
Bagian ini sepertinya juga tidak perlu dijelaskan ^_^
Gratitude (Syukur)
Jika Anda pernah membaca buku “The Secret” karya Rhonda Byrne atau “Quantum Ikhlas® – Teknologi Aktivasi Hati Nurani” karya Erbe Sentanu, maka saya yakin Anda stuju dengan konsep syukur “cara kanan” berikut ini:
Syukur Cara Kanan:
Bersyukur -> Meminta -> Dikabulkan
Syukur Cara Kiri:
Meminta -> Dikabulkan -> Bersyukur
Dalam Al-Qur’an (mohon maaf buat Anda yang non-muslim) juga disebutkan bahwa, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. 14:7).
Untuk Anda yang beragama Islam, ingat juga sewaktu kita membaca Al-Fatihah dalam setiap salat-salat kita. Bukankah kita selalu membaca “Alhamdu lillah” (syukur) dulu, baru setelah itu kita membaca “Ihdina” (permohonan)???
Bersyukur yang paling kelihatan (sehingga kadang-kadang sering dipamerkan) adalah dengan menyumbang. Maka, menyumbanglah mulai sekarang! Karena saya belum pernah mendengar cerita ada orang yang tiba-tiba jatuh miskin karena sering menyumbang ^_^
Dan Anda juga pasti setuju bahwa sumbangan yang murah meriah, yaitu “senyum”. Maka, sering-seringlah menebar senyum mulai sekarang! Asal jangan senyum-senyum sendiri, saya tidak mau menanggung akibatnya ^_^
Meaning (Pemaknaan Hidup)
Kalau seorang profesional hanya memusingkan soal karir semata, berarti ia masih berada di tataran materialitas. Akan tetapi, kalau dia menjadikan karir sebagai sarana untuk menafkahi keluarga dan membantu sesamanya, berarti ia sudah berada di tataran spiritualitas horizontal. Lebih jauh lagi, kalau ia melakukan itu semua sebagai wahana untuk beribadah kepada-Nya, berarti ia sudah berada di tataran spiritualitas vertikal. Dan segenap manusia di 8 penjuru angin mengamini, inilah PEMAKNAAN HIDUP TERTINGGI.
Lalu, mengapa 13 wasiat tadi disebut terlarang??? Dalam bukunya Ippho menjawab, “Karena suka atau tidak suka, hampir seluruh wasiat jarang sekali dikaji, bahkan beberapa di antaranya dicap “haram” untuk diamalkan. Kesannya terlarang.”
Masih dalam buku tersebut, Ippho juga bertutur bahwa untuk menjadi dahsyat, seseorang tidak perlu menerapkan semuanya, tetapi cukup 8 saja. Terserah Anda mau pilih yang mana, asal 2 wasiat terkahir (Syukur dan Pemaknaan Hidup) jangan pernah Anda tinggalkan.
Thursday, August 07, 2008
13 Wasiat Terlarang (2/3)
Visual
Apa sih visual itu? Menurut bahasa sederhana saya, visual itu penampakan atau tampak luar ^_^ sesuatu yang langsung bisa dilihat dengan penglihatan.
Dulu ponsel Ericsson (sekarang Sony Ericsson) sangat terkenal dengan teknologinya yang high tech, sedangkan tampilannya biasa-biasa saja sehingga terkenal dengan semboyan “Untuk Anda yang Mengerti Teknologi”. Sementara itu, ponsel Nokia sangat terkenal dengan kemudahan dalam penggunaan --bahkan orang yang baru pertama kali pegang juga sudah bisa pakai-- sedangkan teknologinya tergolong biasa-biasa saja sehingga terkenal dengan semboyan “Teknologi yang Mengerti Aanda”. Dalam hal ini bisa kita katakan bahwa Nokia hanya “jual tampang”. Tetapi apa yang terjadi? Anda tentu sudah bisa menebak, ponsel mana yang paling laris di pasaran saat itu? Bahkan sampai sekarang pun masih berlanjut.
Music (Musik)
Mengapa dalam setiap iklan hampir pasti selalu ada jingle-nya? Mengapa setiap Negara pasti memiliki lagu kebangsaan? Mengapa kalau bayi menangis atau ingin tidur, kita kadang-kadang menghiburnya dengan nyanyian? Mengapa hampir semua film memiliki soundtrack, meskipun hanya berupa suara instrumen (kecuali film bisu tentunya ^_^)? Itulah kehebatan musik. Entah mengapa, dengan musik, sesuatu yang disampaikan akan lebih mudah diterima.
Intuition (Intuisi)
Intuisi atau bisikan hati, orang bilang indra keenam. Kalau orang Jawa bilang, “Ngerti sadurunge winarah” atau tahu sebelum orang lain tahu. Hal ini tidak ada hubungannya dengan mendatangi dukun/paranormal. Memang ada beberapa orang yang sejak lahir sudah dikaruniai intuisi yang kuat, tetapi Anda yang “orang biasa” pun bisa melatih dan mengembangkannya.
Synthesis (Sintesis / Perpaduan)
Setidak-tidaknya ada 5 jenis sintesis yaitu: generalist, crosser, tricker, connector dan detector. Waduh, makanan apa lagi itu? Oke, oke… mari kita bahas satu per satu (tentunya sesuai dengan bukunya, karena saya sendiri juga bingung ^_^)
a. Generalist
Saya yakin Anda semua sudah tahu tentang yang satu ini. Generalist adalah lawan arti kata dari specialist ^_^ ya iya lah….. Orang-orang bilang, generalist adalah orang yang serba bisa, meskipun bisanya hanya setengah-setengah ^_^ Meskipun specialist dihargai lebih mahal (di mana-mana dokter spesialis pasti lebih mahal daripada dokter umum), tetapi untuk survive, generalist lebih bisa bertahan.
b. Crosser
Crosser adalah tipe orang yang meninggalkan satu bidang, menyeberang ke bidang lain dan berhasil di bidang baru.
c. Tricker
Tricker adalah tipe orang yang gesit menyongsong ketidakurutan, ketidakterautan, bahkan ketidakpasitian.
d. Connector
Connector adalah tipe orang yang jago menghubungkan hal-hal yang pada mulanya tidak berhubungan.
e. Detector
Detector adalah tipe orang yang jeli mengurai pola-pola kompleks.
Orang-orang kanan (maksudnya berorientasi otak bagian kanan), sama sekali tidak merasa canggung dengan segala jenis sintesis karena otak mereka sudah terbiasa beroperasi secara menyeluruh (holistik), menyebar (difus), serentak (paralel), dan acak (lateral).
Apa sih visual itu? Menurut bahasa sederhana saya, visual itu penampakan atau tampak luar ^_^ sesuatu yang langsung bisa dilihat dengan penglihatan.
Dulu ponsel Ericsson (sekarang Sony Ericsson) sangat terkenal dengan teknologinya yang high tech, sedangkan tampilannya biasa-biasa saja sehingga terkenal dengan semboyan “Untuk Anda yang Mengerti Teknologi”. Sementara itu, ponsel Nokia sangat terkenal dengan kemudahan dalam penggunaan --bahkan orang yang baru pertama kali pegang juga sudah bisa pakai-- sedangkan teknologinya tergolong biasa-biasa saja sehingga terkenal dengan semboyan “Teknologi yang Mengerti Aanda”. Dalam hal ini bisa kita katakan bahwa Nokia hanya “jual tampang”. Tetapi apa yang terjadi? Anda tentu sudah bisa menebak, ponsel mana yang paling laris di pasaran saat itu? Bahkan sampai sekarang pun masih berlanjut.
Music (Musik)
Mengapa dalam setiap iklan hampir pasti selalu ada jingle-nya? Mengapa setiap Negara pasti memiliki lagu kebangsaan? Mengapa kalau bayi menangis atau ingin tidur, kita kadang-kadang menghiburnya dengan nyanyian? Mengapa hampir semua film memiliki soundtrack, meskipun hanya berupa suara instrumen (kecuali film bisu tentunya ^_^)? Itulah kehebatan musik. Entah mengapa, dengan musik, sesuatu yang disampaikan akan lebih mudah diterima.
Intuition (Intuisi)
Intuisi atau bisikan hati, orang bilang indra keenam. Kalau orang Jawa bilang, “Ngerti sadurunge winarah” atau tahu sebelum orang lain tahu. Hal ini tidak ada hubungannya dengan mendatangi dukun/paranormal. Memang ada beberapa orang yang sejak lahir sudah dikaruniai intuisi yang kuat, tetapi Anda yang “orang biasa” pun bisa melatih dan mengembangkannya.
Synthesis (Sintesis / Perpaduan)
Setidak-tidaknya ada 5 jenis sintesis yaitu: generalist, crosser, tricker, connector dan detector. Waduh, makanan apa lagi itu? Oke, oke… mari kita bahas satu per satu (tentunya sesuai dengan bukunya, karena saya sendiri juga bingung ^_^)
a. Generalist
Saya yakin Anda semua sudah tahu tentang yang satu ini. Generalist adalah lawan arti kata dari specialist ^_^ ya iya lah….. Orang-orang bilang, generalist adalah orang yang serba bisa, meskipun bisanya hanya setengah-setengah ^_^ Meskipun specialist dihargai lebih mahal (di mana-mana dokter spesialis pasti lebih mahal daripada dokter umum), tetapi untuk survive, generalist lebih bisa bertahan.
b. Crosser
Crosser adalah tipe orang yang meninggalkan satu bidang, menyeberang ke bidang lain dan berhasil di bidang baru.
c. Tricker
Tricker adalah tipe orang yang gesit menyongsong ketidakurutan, ketidakterautan, bahkan ketidakpasitian.
d. Connector
Connector adalah tipe orang yang jago menghubungkan hal-hal yang pada mulanya tidak berhubungan.
e. Detector
Detector adalah tipe orang yang jeli mengurai pola-pola kompleks.
Orang-orang kanan (maksudnya berorientasi otak bagian kanan), sama sekali tidak merasa canggung dengan segala jenis sintesis karena otak mereka sudah terbiasa beroperasi secara menyeluruh (holistik), menyebar (difus), serentak (paralel), dan acak (lateral).
13 Wasiat Terlarang (1/3)
Tulisan ini dicuplik dari buku dengan judul “13 WASIAT TERLARANG! Menjadi Dahsyat dengan Otak Kanan” karya Ippho Santosa dengan tambahan penjelasan dari saya sendiri :).
Secara mudahnya, otak manusia dibagi menjadi dua yaitu otak sebelah kanan, dan otak sebelah kiri. Otak kanan adalah otak pengusaha, sedangkan otak kiri adalah otak karyawan. Otak kanan adalah otak seniman, sedangkan otak kiri adalah otak peneliti. Secara mudahnya lagi, otak kanan berhubungan erat dengan emosi (EQ), sedangkan otak kiri berhubungan erat dengan “kecerdasan” (IQ).
Okelah, tanpa ba bi bu lagi akan saya tulis apa saja 13 wasiat terlarang tersebut.
Humor (Lelucon)
Mulailah dengan tertawa. Loh memangnya ada apa dengan tertawa? Usut punya usut, ternyata tertawa menjalar lebih cepat daripada menguap, dan bagaimanapun juga, orang yang suka tertawa (bukan gila) lebih ditunggu-tunggu dan lebih punya banyak teman daripada sebaliknya.
Game (Permainan)
Siapa sih orang yang tidak suka permainan? Bahkan Nabi pun suka permainan. Menurut sebuah penelitian (yang tidak disebutkan sumbernya J), begitu Anda berkutat dengan permainan tertentu (sekali lagi, tertentu), maka Anda mempertajam kemampuan otak kanan, terutama dalam memecahkan masalah yang meniscayakan identifikasi pola. Yap, identifikasi pola merupakan wilayah kerja otak kanan.
Story (Cerita)
Oprah Winfrey dan J.K. Rowling merupakan wanita terkaya nomor 1 dan nomor 2 sejagad raya saat ini. Apa modal meraka? Apakah mereka cantik? Anda mungkin akan berkata bahwa J.K Rowling itu catik, tetapi coba lihat saat pertama kali Rowling meluncurkan karya fenomenalnya “Harry Potter”…. Sama sekali jauh dari kesan cantik, bahkan cenderung pemalu dan minder.
Lalu, apa modal mereka? Cerita… yah, cerita. Sesuatu yang disampaikan melalui cerita lebih mudah dicerna daripada sesuatu yang disampaikan apa adanya. Apalagi kalo ceritanya dibumbui sedemikian rupa seperti acara-acara gosip hehehe….. :)
Metaphor (Kiasan)
Hampir sama dengan cerita, kiasan adalah mengandaikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki arti sama. Anda tentu sangat mudah meneruskan pepatah berikut, “Guru kencing berdiri, ….” Daripada artinya yang berikut “Guru tidak boleh memberi contoh yang tidak baik karena….” Betul atau tidak???
Creativity (Kreativitas)
Bagian yang ini sepertinya tidak perlu dibahas karena saya yakin Anda sudah bisa berkreasi sendiri hehehe…. :)
Secara mudahnya, otak manusia dibagi menjadi dua yaitu otak sebelah kanan, dan otak sebelah kiri. Otak kanan adalah otak pengusaha, sedangkan otak kiri adalah otak karyawan. Otak kanan adalah otak seniman, sedangkan otak kiri adalah otak peneliti. Secara mudahnya lagi, otak kanan berhubungan erat dengan emosi (EQ), sedangkan otak kiri berhubungan erat dengan “kecerdasan” (IQ).
Okelah, tanpa ba bi bu lagi akan saya tulis apa saja 13 wasiat terlarang tersebut.
Humor (Lelucon)
Mulailah dengan tertawa. Loh memangnya ada apa dengan tertawa? Usut punya usut, ternyata tertawa menjalar lebih cepat daripada menguap, dan bagaimanapun juga, orang yang suka tertawa (bukan gila) lebih ditunggu-tunggu dan lebih punya banyak teman daripada sebaliknya.
Game (Permainan)
Siapa sih orang yang tidak suka permainan? Bahkan Nabi pun suka permainan. Menurut sebuah penelitian (yang tidak disebutkan sumbernya J), begitu Anda berkutat dengan permainan tertentu (sekali lagi, tertentu), maka Anda mempertajam kemampuan otak kanan, terutama dalam memecahkan masalah yang meniscayakan identifikasi pola. Yap, identifikasi pola merupakan wilayah kerja otak kanan.
Story (Cerita)
Oprah Winfrey dan J.K. Rowling merupakan wanita terkaya nomor 1 dan nomor 2 sejagad raya saat ini. Apa modal meraka? Apakah mereka cantik? Anda mungkin akan berkata bahwa J.K Rowling itu catik, tetapi coba lihat saat pertama kali Rowling meluncurkan karya fenomenalnya “Harry Potter”…. Sama sekali jauh dari kesan cantik, bahkan cenderung pemalu dan minder.
Lalu, apa modal mereka? Cerita… yah, cerita. Sesuatu yang disampaikan melalui cerita lebih mudah dicerna daripada sesuatu yang disampaikan apa adanya. Apalagi kalo ceritanya dibumbui sedemikian rupa seperti acara-acara gosip hehehe….. :)
Metaphor (Kiasan)
Hampir sama dengan cerita, kiasan adalah mengandaikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki arti sama. Anda tentu sangat mudah meneruskan pepatah berikut, “Guru kencing berdiri, ….” Daripada artinya yang berikut “Guru tidak boleh memberi contoh yang tidak baik karena….” Betul atau tidak???
Creativity (Kreativitas)
Bagian yang ini sepertinya tidak perlu dibahas karena saya yakin Anda sudah bisa berkreasi sendiri hehehe…. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
